Prinsip Mengenal Nasabah

(Know Your Customer)

Siapa Customer Anda?

Mengetahui siapa customer Anda apakah masuk dalam kategori PEP (Political Exposure Person),  dalam daftar cekal, organisasi terlarang, kegiatan kriminal atau parameter lainnya.

Mitigasi Resiko

Mengendalikan resiko operasional, resiko reputasi, resiko hukum.

Regulasi Compliance

Memastikan bahwa bisnis yang Anda jalankan sesuai dengan regulasi yang ada sehubungan dengan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).

Kepercayaan Pelanggan

Dengan menerapkan praktek Due Deligence yang baik akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis Anda.

Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer)

Prinsip yang diterapkan oleh lembaga keuangan untuk mengetahui latar belakang dan identitas nasabah, memantau rekening dan transaksi nasabah, serta melaporkan transaksi keuangan mencurigakan dan transaksi keuangan yang dilakukan secara tunai, termasuk keuangan yang dikaitkan dengan pendanaan kegiatan terosisme.

Tujuan KYC adalah

  • Membangun identitas customer dengan cara mengidentifikasi customer dan verifikasi identitasnya dengan menggunakan data atau informasi yang dapat dipercaya dan sumber dokumen independen.
  • Prosedur KYC dibuat oleh lembaga keuangan untuk meyakinkan lembaga keuangan mengetahui profil customernya dan dengan siapa customernya berhubungan bisnis.

Dalam melakukan melakukan pengendalian APU-PPT, penyelenggara jasa melaksanakan Customer Due Diligence (CDD). Prosedur pelaksanaan CDD meliputi kegiatan:

  • Melakukan identifikasi Pengguna Jasa, pihak yang bertindak untuk dan atas nama Pengguna Jasa, dan/atau Beneficial Owner dari transaksi Pengguna Jasa.
  • Melakukan verifikasi identitas Pengguna Jasa, pihak yang bertindak untuk dan atas nama Pengguna Jasa, dan/atau Beneficial Owner dari transaksi Pengguna Jasa berdasarkan data, informasi dan/atau dokumen dari sumber yang independen dan terpercaya.
  • Melakukan pemantauan secara berkesinambungan (on going due dilligence) dan mealukan upaya pengkinian data, informasi dan/atau dokumen Pengguna Jasa.
  • Memahami maksud dan tujuan hubungan usaha atau transaksi yang dilakukannya dan sumber dana yang dipergunakan.

Dasar Hukum

Di Indonesia ada undang-undang dan peraturan yang mengatur tentang Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan terorisme.

  • Undang-undang No.8 tahun 2010 – Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
  • Undang Undang No.9 Tahun 2013 – Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.
  • Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.14/27/PBI/2012 – Program APU & PPT Sektor Perbankan
  • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 39/POJK.O5/2015 – Program APU & PPT Sektor Industri Non Bank.
  • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 22/POJK.04/2014 – Prinsip Mengenal nasabah di Sektor Pasar Modal.
  • Peratoran Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/POJK.01/2017 – Penerapan Program APU & PPT di Sektor Jasa Keuangan.

Kewajiban

Penyelenggara wajib melakukan identifikasi, penilaian, pengendalian dan mitigasi resiko pencucian uang dan pendanaan terorisme terkait dengan faktor risiko Pengguna Jasa, negara atau wilayah geografis, produk atau jasa dan jalur atau jaringan transaksi. Dalam rangka melakukan manajemen risiko tersebut, Penyelenggara diwajibkan mempertimbangkan hasil identifikasi dan penilaian risiko oleh otoritas yang berwewenang serta dokumen serta informasi terkait lainnya, misalnya hasil National Risk Assesment (NRA) dan Sectoral Risk Assesment (SRA). Selain itu Penyelenggara juga diwajibkan untuk mendokumentasikan dan melakukan pengkinian terhadap penerapan manajemen risiko tersebut serta memiliki mekanisme penyediaan informasi yang memadai bagi otoritas yang berwewenang.

Prosedur CDD dilakukan oleh Penyelenggara pada saat:

  • Melakukan hubungan usaha dengan Pengguna Jasa atau calon Pengguna Jasa
  • Terdapat transaksi keuangan dengan mata uang rupiah dan/atau mata uang asing yang nilainya paling sedikit Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau setara.
  • Terdapat transaksi Transfer Dana.
  • Terdapat indikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan yang terkait dengan Pencucian Uang dan/atau Pendaanaan Terorisme.
  • Terdapat keraguan atas kebenaran informasi yang diberikan oleh calon Pengguna Jasa, Pengguna Jasa, penerima kuasa dan/atau Beneficial Owner.
  • Khusus terhadap Transaksi Keuangan Mencurigakan, prosedur CDD dilakukan tanpa memperhatikan adanya pengecualian atau batasan nilai transaksi sebagaimana diatur dalam PBI.

Enhanced due dilligence berkala yaitu analisis terhadap informasi mengenai

Nasabah atau Beneficial Owner, sumber dana, tujuan transaksi, dan hubungan usaha dengan pihak-pihak yang terkait yang beresiko tinggi yaitu:

Tergolong orang yang Populer Secara Politis (Politically Exposed Person) atau PEP.

  • PEP asing yaitu orang yang diberi kewenangan untuk melakukan fungsi penting (prominent function) oleh negara lain.
  • PEP domestik yaitu orang yang diberi kewenangan untuk melakukan fungsi penting (prominent function) oleh negara.
  • Orang yang diberi kewenangan untuk melakukan fungsi penting (prominent function) oleh organisasi internasional.
  • PHP yang dimaksud adalah berlaku pula bagi anggota keluarga PEP atau pihak yang terkait dengan PEP.
  • Menggunakan institusi yang berisiko tinggi yang berpotensi untuk digunakan sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan teroris;
  • Penyelenggara melakukan hubungan usaha dengan Pengguna Jasa dan/atau melakukan transaksi yang berasal dari negara beresiko tinggi (high risk countries) yang di publikasikan oleh Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF).
  • Pemblokiran serta merta dana milik orang atau korporasi yang tercantum dalam daftar pendanaan proliferasi daftar terduga teroris dan organisasi teroris (DTTOT) dan senjata pemunah massal.
  • Penyelenggara wajib memiliki kebijakan dan prosedur untuk mengenali calon Pengguna Jasa, Pengguna Jasa atau Beneficial Owner yang termasuk dalam kategori ini.

Resiko & Sanksi

Resiko yang terjadi ketika terjadi insiden antara lain.

  • Resiko Reputasi, karena diakibatkan adanya publikasi negatif, sehingga kepercayaan pelanggan berkurang.
  • Resiko Operasional, karena adanya kegagalan fungsi proses internal, atau adanya kesulitan finansial akibat denda, atau ganti rugi, atau keluarnya biaya diluar perencanaan.
  • Resiko Hukum, akibat adanya tuntutan, atau denda yang dibebankan karena terbukti tidak mematuhi regulasi yang ada.

Sanksi bagi pihak atau institusi yang tidak melakukan kewajibannya antara lain:

  • Kepada Penyelenggara: teguran tertulis, denda administratif, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara atau tetap kegiatan usaha, pengumuman kepada publik mengenai tindakan atau sanksi, pencabutan izin.
  • Kepada anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham dan/atau Pejabat Eksekutif Penyelenggara: pemberhentian direksi atau dewan komisaris atau pejabat eksekutif, larangan menjadi anggota direksi atau dewan komisaris, pemegang saham lembaga yang menyelenggarakan jasa sistemp pembayaran dan kegiatan usaha penukaran valuta asing.

Siapa saja yang perlu menggunakan ESPAY CDD?

  • Bank
  • Penyelenggara jasa sistem pembayaran selain Bank
  • Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Pialang Asuransi
  • Dana pensiun lembaga keuangan
  • Bursa efek
  • Manajer investasi
  • Kustodian
  • Wali amanat
  • Penyedia jasa giro
  • Pedagang valuta asing
  • Penyelenggara alat pembayaran berupa kartu
  • Penyelenggara e-money dan atau e-wallet
  • Koperasi yang melakukan simpan meminjam
  • Pegadaian
  • Perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan berjangka komoditi
  • Penyelenggaran kegiatan usaha pengiriman uang
  • Penyelenggara Transfer Dana
  • Transfer Dana P2P

Solusi Espay Customer Due Diligence

Menanggapi latar belakang dan ketentuan tersebut diatas Espay Customer Due Diligence (Espay CDD) memberikan solusi layanan verifikasi watchlist nama calon Pengguna Jasa, Pengguna Jasa atau Beneficiary Owner. Verifikasi watchlist merupakan salah satu persyaratan dari proses Customer Due Diligence (CDD), untuk mengetahui apakah Pengguna Jasa masuk kedalam kategori resiko tinggi (high risk). 

Fitur yang disediakan oleh Espay CDD selanjutnya dapat dilihat pada bagian fitur.